Larangan Ekspor CPO Bikin Petani Menjerit hingga Pabrik Sawit Tutup

Ilustrasi kelapa sawit. (Antara)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 11 Mei 2022 | 16:20 WIB

Presiden Joko Widodo secara resmi melarang ekspor minyak goreng dan crude palm oil (CPO) alias minyak sawit mentah sejak Kamis 28 April 2022 lalu, hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Dengan adanya instruksi Kepala Negara itu, kini panen Tandan Buah Segar (TBS) milik petani mengalami penurunan hingga penghentian pembelian sementara oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Penghentian itu disebabkan tangki penampungan CPO sudah penuh.

“Apabila larangan ekspor CPO sementara tidak segera dicabut oleh pemerintah, maka akan menimbulkan korban di kalangan petani kelapa sawit dan disusul dengan tutupnya PKS,” ujar Ketua Umum Keluarga Alumni Institut Pertanian (KAINSTIPER), Priyanto PS dalam keterangan resminya.

Priyanto mengatakan apabila keberadaan CPO terlalu lama tersimpan dalam tangki penampungan CPO, maka akan menyebabkan kualitas CPO rusak dan tidak layak konsumsi. Apabila hal tersebut terjadi, maka pasokan minyak makanan pasar global akan mengalami kekurangan berkepanjangan.

“Lantaran, pasokan minyak makanan hanya dapat terpenuhi dari keberadaan minyak sawit dipasar global,” katanya.

“Dalam jangka panjang, kekurangan pasokan minyak sawit juga akan menimbulkan kelaparan dan kekurangan gizi berkepanjangan didunia dan sangat sulit memperbaikinya di masa depan,” sambungnya.

Menurut data US Department of Agriculture (USDA), sangat bermanfaat bagi kesehatan seperti mendukung kestabilan gula darah, meminimalkan gagal jantung kongestif, menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam darah dan melindungi sel darah merah. Membantu sistem Integumen pada kulit, rambut, kuku dan sebagainya.

Priyanto PS mengatakan bahwa kandungan gizi dan vitamin yang berada didalam minyak sawit, menjadi bagian dari pilihan utama masyarakat dunia, dalam mengonsumsi minyak makanan berbahan baku CPO. Sebab, keberadaan CPO telah menjadi bagian dari kebutuhan hidup masyarakat dunia, sehingga kebutuhan konsumsinya selalu meningkat setiap tahunnya. 

“Presiden Jokowi harus bergegas mengambil tindakan cepat untuk menyelamatkan masyarakat dunia, dengan segera mencabut larangan sementara ekspor CPO dan produk turunannya. Dengan menyuplai kebutuhan pasar dunia, maka Indonesia turut berpartisipasi dalam menyelamatkan masyarakat dunia dari kelaparan dan kekurangan gizi berkepanjangan di masa depan,” pungkasnya.

Video Terkait