Anggota DPR: Larangan Ekspor CPO Buat Petani Sawit Rakyat Menjerit

Pekerja mengumpulkan buah kelapa sawit di salah satu tempat pengepul kelapa sawit di Kalimantan Tengah. (Antara)

Editor: M Kautsar - Rabu, 11 Mei 2022 | 15:10 WIB

Sariagri - Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mempertanyakan efisiensi larangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya yang dibuat pemerintah. Dia meminta pemerintah membuat kebijakan yang wajar dan tidak memiliki sense of crisis.

“Kalau itu terjadi, maka beban yang ada akan semakin berat dan berlarut-larut. Masyarakat sudah tidak sabar menunggu. Sebab, harga yang harus dibayar dari kebijakan larangan CPO ini sangat mahal,” kata Mulyanto, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/5/2022).

Mulyanto menyebutkan petani sawit rakyat yang jumlahnya mencapai 2,6 juta kepala keluarga mulai mengeluh, karena jatuhnya harga tandan buah segar (TBS) mereka yang mencapai Rp1.550 per kg. Sementara devisa negara sebesar Rp27 triliun per bulan atau sekitar Rp1 triliun per hari dari ekspor sawit hilang dari genggaman.

Ditambah 16 juta pekerja di bidang industri kelapa sawit nasional dipertaruhkan nasibnya. Belum lagi lunturnya kepercayaan mitra dagang luar negeri, karena kebijakan radikal yang diputuskan Presiden tersebut.

Mulyanto juga mendesak menteri terkait memberikan insentif kepada para petani sawit rakyat agar terlindungi dari anjloknya harga TBS di pasar.

"Jangan sampai publik semakin kecewa dan marah dengan berbagai janji dan kegagalan Pemerintah terkait kebijakan migor selama ini,” kata dia.

Baca Juga: Anggota DPR: Larangan Ekspor CPO Buat Petani Sawit Rakyat Menjerit
Presiden Jokowi Larang Ekspor CPO, Petani: Sangat Menyakitkan

Dia mengatakan menteri terkait agar berhenti membuat janji-janji palsu yang sekedar PHP bagi masyarakat. Sebab, masyarakat sudah bosan dengan berbagai janji yang dilontarkan, yang ujung-ujungnya nihil.

“Sekarang ini masyarakat tengah menunggu dengan harap-cemas, apakah dengan bahan baku migor yang berlimpah akan betul-betul membuat produksi cukup. Kemudian dengan masuknya Bulog di sisi distribusi, akankah segera membuat ketersediaan migor curah di pasar terpenuhi dan dengan harga yang sesuai HET,” jelasnya.

Video Terkait