Mengenal Hidup Swasembada yang Bisa Diterapkan untuk Hidup

Ilustrasi homesteading. (Pixabay)

Penulis: Gloria, Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 20 Mei 2022 | 19:30 WIB

Sariagri - Kehidupan modern memang dipenuhi dengan beragam hal menakjubkan, tetapi banyak orang lebih memilih cara hidup sederhana dan mandiri.

Gaya hidup homesteading atau hidup swasembada memberi sebagian orang cara untuk menciptakan energi mereka sendiri, melestarikan sumber daya, menanam makanan sendiri dan memelihara hewan untuk sumber susu, daging dan madu.

Kehidupan pertanian swasembada memang contoh klasik. Beberapa praktik yang lebih sederhana bahkan dapat digunakan dalam lingkungan perkotaan.

Melansir Gardening Know How, tujuan dari kehidupan homesteading adalah untuk menghindari bepergian jauh dan membeli barang-barang yang diperlukan. Artinya, swasembada bisa dilakukan untuk diri sendiri di tempat seseorang tinggal.

Homesteading dulunya merupakan istilah perintis yang berarti seseorang telah memiliki tanah pemerintah untuk digunakan dan dikembangkan. Begitulah cara daerah menjadi menetap dan berkontribusi pada banyak penyebaran di Amerika Utara.

Selama era beatnik dan hippy, istilah ini kembali populer karena kekecewaan anak muda membentuk situasi kehidupan mereka sendiri untuk jauh dari kota.

Gaya hidup swasembada kembali berkembang karena masalah konservasi, pertanyaan tentang pasokan makanan, tingginya biaya hidup perkotaan dan kelangkaan perumahan di pusat kota. Ini juga merupakan bagian dari gerakan Do It Yourself (DIY) karena caranya yang menyenangkan untuk mengisi minat.

Contoh paling ekstrem untuk memulai homesteading adalah dengan pertanian dan peternakan. Di sebuah peternakan, seseorang dapat menanam buah dan sayuran sendiri, memelihara hewan untuk makanan, menyediakan tenaga sendiri dengan panel surya dan lainnya.

Penghuni rumah yang intens seperti itu dapat mencakup berburu dan memancing, mencari makan, membuat pakaian sendiri, memelihara lebah madu dan metode lainnya unutk menafkahi keluarga. Biasanya homesteading juga mencakup praktik pertanian berkelanjutan dan konservasi sumber daya seperti air.

Tujuan akhirnya adalah supaya semua yang dibutuhkan tersedia dengan bekerja keras untuk menciptakannya hingga panen.

Tidak hanya jauh hidup yang jauh dari perkotaan, seorang urban yang berkomitmen juga dapat menikmati homesteading. Mengemudi ke peternakan di pedesaan atau memelihara ayam sudah cukup umum dilakukan.

Baca Juga: Mengenal Hidup Swasembada yang Bisa Diterapkan untuk Hidup
Puluhan Kilogram Daging Asap dan Bakso Asal Manado Ditolak Masuk Ternate

Seseorang juga dapat menanam kebun kecil, memelihara lebah, mendorong serangga yang bermanfaat, berlatih membuat kompos, membentuk jamur di musimnya dan lainnya. Bahkan, penghuni kondominium dapat membuat kompos sisa dapur mereka dengan kascing kecil di teras atau lanai.

Menjadi sadar akan pilihan dan menghormati alam adalah dua praktik utama homesteading. Melakukan sebanyak yang dibisa untuk diri sendiri merupakan kunci homesteading di area mana pun.

Video Terkait