Tak Disangka, Tim Peneliti Ini Melatih Semut untuk Mendeteksi Sel Kanker

Ilustrasi Semut (Pixabay)

Penulis: Triana, Editor: M Kautsar - Jumat, 20 Mei 2022 | 07:00 WIB

Sariagri - Semut terkenal sebagai serangga yang menyebalkan, hal itu lantaran semut sering kali mengerubungi makanan. Apalagi semut merah, jika sudah menggigit membuat tubuh bentol dan gatal.

Namun tahu tidak jika belum lama ini ada sebuah penelitian yang secara sengaja melatih semut-semut untuk dapat mendeteksi kanker pada manusia.

Dari hasil studi tersebut, para peneliti menemukan bahwa ada spesies semut tertentu bisa dilatih dengan cepat untuk mendeteksi sel kanker.

Pada studi sebelumnya, para peneliti telah menggunakan anjing untuk dapat mendeteksi beberapa penyakit seperti kanker, malaria, dan COVID-19 menggunakan indra penciumnya. Sayangnya, studi ini terkendala dengan biaya dan waktu yang dibutuhkan.

Hal tersebut akhirnya membuat para peneliti melirik hewan lain seperti semut, tikus, lebah madu, dan belalang.

Diwartakan oleh New Atlas, studi terbaru tentang kemampuan semut deteksi kanker ini, kemudian mencoba mengeksplorasi kelayakan pelatihan pada spesies semut Formica fusca. Sebelumnya, semut bisa menjadi rumah bagi senyawa organik volatil (VOC) tertentu.
Dalam penelitian ini juga ditemukan jenis kanker lain yang dapat diidentifikasi oleh VOC unik mereka sendiri. Berangkat dari temuan tersebut, peneliti pun menyelidiki apakah semut bisa dilatih untuk mendeteksi sel kanker.

Hal mengejutkan akhirnya datang untuk para peneliti, dalam tiga percobaan yang dilakukan secara efektif semut dapat mengendus sama halnya seperti anjing untuk membedakan mana sel kanker dan nonkanker dengan tingkat akurasi yang sama dengan anjing.
Meskipun penelitian ini baru difokuskan untuk dua jenis sel kanker payudara, keduanya dengan profil VOC yang berbeda.

"Semut dengan demikian setara dengan anjing dalam hal kemampuan deteksi," tulis para peneliti.

Yang mengesankan juga ditemukan bahwa dalam beberapa hal, semut mampu melampaui anjing karena mereka hanya membutuhkan waktu pelatihan yang sangat singkat, yakni 30 menit. Sementara, pelatihan anjing bisa berlangsung 6 hingga 12 bulan. Wih, beda jauh ya?

Uniknya lagi, semut-semut yang dilatih ini melampaui anjing karena mereka hanya membutuhkan waktu pelatihan 30 menit saja. berbeda dengan anjing yang membutuhkan waktu antara 6 hingga 12 bulan.

"Protokol pengkondisian sederhana kami dapat diterapkan oleh semua orang setelah waktu pelatihan sekitar 3 hari," papar peneliti.

Baca Juga: Tak Disangka, Tim Peneliti Ini Melatih Semut untuk Mendeteksi Sel Kanker
Memiliki Sifat Antibakteri, Ini Penjelasan Ahli Soal Khasiat Sarang Semut

“Pendekatan kami berpotensi dapat disesuaikan dengan berbagai tugas semut dalam mendeteksi bau kompleks lainnya termasuk deteksi narkotika, bahan peledak, makanan basi, atau penyakit lain (malaria, infeksi, diabetes misalnya),” tambah peneliti.

Namun berhubung studi semut deteksi kanker ini masih demonstrasi awal dari bukti konsep, jadi masih banyak hal yang perlu diselesaikan sebelum hewan ini benar-benar dimanfaatkan untuk mendeteksi apa pun di dunia nyata.

Video Terkait