Larangan Ekspor Dicabut, Petani Sawit: Saatnya Intropeksi dan Tata Kelola

Ilustrasi petani sawit. (Antara)

Editor: Tanti Malasari - Jumat, 20 Mei 2022 | 11:45 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi mencabut larangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan minyak goreng. Hal tersebut dikatakan Jokowi melalui siaran di Kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (19/5).

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) sangat berterimakasih atas pencabutan kebijakan tersebut, yang disampaikan langsung oleh Ketua Apkasindo, Gulat Manurung.

“Terimakasih dan salam hormat kami petani sawit Indonesia kepada pak Jokowi,” ujar Gulat lewat pernyataan tertulisnya yang ditermia Sariagri.id, Kamis (19/5/2022).

Gulat mengungkapkan bahwa larangan ekspor yang berlangsung selama 28 hari tersebut, merupakan ujian berat bagi petani. Di mana mengakibatkan, kata dia, anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) hingga 70 persen.

“Sawit adalah sumber nafkah kami sekaligus harapan dan masa depan ekonomi Indonesia, sawit juga telah menjadikan Indonesia disegani dunia,” ungkapnya.

Dikatakan Gulat, pihaknya sepakat minyak goreng sawit harus tersedia dan harganya pun terjangkau di dalam negeri. Untuk itu, kata dia, para petani sawit merasa terhormat diberi kesempatan dalam mewujudkan harapan presiden tersebut.

“Presiden mengambil keputusan yang tidak populer tersebut tentu sudah sangat-sangat mempertimbangkannya dari semua aspek dan terukur. Oleh karena itu, mari kita jadikan peristiwa LE (larangan ekspor) tersebut sebagai intropeksi diri sawit Indonesia dan menjadikannya pelajaran hebat untuk naik kelasnya tata kelola sawit Indonesia dari aspek ekonomi, sosial, dan ekologi, terkhusus naik kelasnya petani sawit,” jelasnya.

Baca Juga: Larangan Ekspor Dicabut, Petani Sawit: Saatnya Intropeksi dan Tata Kelola
Presiden Jokowi Larang Ekspor CPO, Petani: Sangat Menyakitkan

Untuk diketahui, Presiden Jokowi akan membuka kembali ekspor minyak goreng pada Senin, 23 Mei 2022 mendatang. Hal itu, kata dia, telah mempertimbangkan dari berbabagi lini salah satunya adalah banyaknya jumlah petani yang menggantungkan hidup di industri sawit.

Sariagri - “Berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini, serta mempertimbangkan adanya 17 juta orang tenaga di industri sawit, baik petani, pekerja dan juga tenaga pendukung lainnya, maka saya memutuskan bahwa ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada Senin 23 Mei 2022,” ucap Jokowi.

 

Video Terkait