Terima Kasih Presiden Jokowi! 17 Juta Petani Sawit Indonesia Terselamatkan

Pengunjukrasa yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) membawa buah sawit saat berunjuk rasa di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (17/5/2022). (Antara)

Editor: Reza P - Sabtu, 21 Mei 2022 | 17:00 WIB

Sariagri - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mencabut larangan ekspor crude palm oil (CPO) dan minyak goreng yang mulai berlaku pada Senin, 23 Mei 2022 mendatang.

Mendengar hal tersebut berbagai organisasi petani kelapa sawit menyambut gembira kabar tersebut dan menyampaikan terima kasihnya kepada Presiden Jokowi.

"Mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo telah mengumumkan secara resmi pencabutan larangan ekspor CPO yang akan berlaku pada tanggal 23 Mei 2022," tulis siaran pers bersama organisasi petani sawit Indonesia.

Kebijakan Jokowi tersebut dinilai akan mempertimbangkan keberlanjutan nasib 17 juta pekerja sawit di Indonesia. Ketua Umum Apkasindo, Alpian Arahman mengungkapkan kebijakan ini turut menstabilkan tata niaga Tandan Buah Segar (TBS) petani sawit.

"Baik dari sisi harga yang turun drastis di bawah rata-rata Rp2.000 per kilogram, dan juga pembatasan pembelian TBS yang dilakukan oleh beberapa perusahaan di wilayah Sumatera, Kalimantan dan juga Sulawesi," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Forum Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia (POPSI), Pahala Sibuea juga mendukung sikap Jokowi yang ingin melakukan pembenahan prosedur dan regulasi Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

"Karena kami juga melihat di BPDPKS menjadi salah satu kunci untuk perbaikan pada tata kelola sawit di Indonesia misalnya kedepan BPDPKS itu harus fokus mendukung kelembagaan-kelembagaan petani sawit di seluruh Indonesia," katanya.

Baca Juga: Terima Kasih Presiden Jokowi! 17 Juta Petani Sawit Indonesia Terselamatkan
Tanam Sawit dan Jagung Pipil, Gubernur Babel: Jangan Andalkan Satu Komoditi

Pahala Sibuea memaparkan bahwa selama ini BPDPKS banyak dimanfaatkan hanya untuk kepentingan konglomerat biodiesel.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi akan membuka kembali ekspor minyak goreng pada Senin, 23 Mei 2022 mendatang. Hal itu, kata dia, telah mempertimbangkan dari berbagai lini salah satunya adalah banyaknya jumlah petani yang menggantungkan hidup di industri sawit.

“Berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini, serta mempertimbangkan adanya 17 juta orang tenaga di industri sawit, baik petani, pekerja dan juga tenaga pendukung lainnya, maka saya memutuskan bahwa ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada Senin 23 Mei 2022,” ucap Jokowi.

Video Terkait