Mengenal Pohon Bayur yang Punya Kualitas Kayu Seperti Pohon Jati

Ilustrasi pohon bayur (Istimewa)

Editor: Tanti Malasari - Selasa, 31 Mei 2022 | 22:30 WIB

Sariagri - Pohon bayur merupakan flora asli kawasan tropis, yang menyebar di berbagai belahan dunia mulai dari benua Asia sampai dengan Amerika Tengah.

Di Indonesia sendiri peta persebaran pohon bayur terbilang cukup merata, mulai dari Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Jawa dan Pulau Sulawesi.

Secara umum, ada 2 kerabat lain pohon bayur yang acap kali pemerintah jadikan sebagai komoditas pasar, yakni bayur jantan (P. diversifolium) dan bayur Sulawesi (P. celebium). Sedangkan pohon bayur dengan nama latin P. javanicum sebagian besar mendiami kawasan Pulau Jawa. 

Pohon ini pada dasarnya dapat tumbuh hingga setinggi 45 m, dengan kulit jaringan kayu yang berwarna ke abu-abuan. Ia mempunyai daun tunggal berseling dengan tangkai berukuran 3-6 mm, helaian daun berbentuk bundar telur sampai melanset.

Pada sisi atas daun berwarna hijau terang sedangkan sisi bawah berambut halus kecoklatan. Pohon ini juga memiliki buah yang berbentuk kotak silindris.

Dalam kehidupan sehari-hari, pohon ini kerap dimanfaatkan oleh masyarakat untuk beragam kebutuhan. Tak heran mengapa pohon ini sengaja dibiarkan hidup di kebun-kebun wanatani agar kayunya bisa warga panen setelah dewasa.

Perkembangbiakan pohon ini terbilang cukup unik. Bijinya yang bersayap tertiup angin hingga menyebar ke lahan-lahan disekitarnya sehingga biji tersebut tumbuh menjadi bibit dan pohon baru.

Baca Juga: Mengenal Pohon Bayur yang Punya Kualitas Kayu Seperti Pohon Jati
Dianggap Keramat, Pohon Nagasari Bisa Hasilkan Kayu Berkualitas

Bagi dunia konstruksi, kayu pohon bayur adalah material utama pengganti jati dan kayu dipterokarpa. Kayu dari pohon ini bahkan sering digunakan dalam pembangunan rumah, pembuatan perahu, serta jembatan.

Sejak dahulu, kulit kayu ini juga kerap diperdagangkan sebagai pengganti kulit kayu soga, yang mana dimanfaatkan sebagai bahan baku mebel. Pemanfaatan ini pun masih dipraktikkan masyarakat Indonesia hingga sekarang.

 

Video Terkait