Pendapatan Petani Plasma Sawit Capai Rp5 Juta Per Hektare

Ilustrasi kelapa sawit. (Antara)

Editor: Dera - Sabtu, 18 Juni 2022 | 09:00 WIB

Sariagri - Pendapatan petani plasma kelapa sawit yang dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) Gajah Mada Kelumpang Hilir di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan kisaran Rp2,4 juta - Rp5 juta per hektare.

"Berdasarkan daftar hasil Tandan Buah Segar (TBS) kebun petani anggota KUD Gajah Mada periode Mei yang dibagikan Juni rata-rata terjadi kenaikan dibandingkan dengan periode sebelumnya," kata seorang pengusaha kelapa sawit di Kelumpang Hilir Abi Hanifah. 

Dia menjelaskan, hasil TBS periode April yang dibagikan kepada petani pada Mei berkisar Rp1,7 juta per hektare-Rp3 juta per hektare.

Periode April masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hasil TBS periode Maret yakni kisaran Rp1,1 juta per hektare-Rp2 juta per hektare. Sedangkan periode Februari hasil TBS kisaran Rp1,2 juta per hektare - Rp1,6 juta per hektare.

Hasil TBS periode Januari 2022 kisaran Rp1,6 juta per hektare - Rp3 juta per hektare.

Abi Hanifah bersyukur, meski pada Mei ada kebijakan pemerintah terhadap larangan ekspor crude palm oil (CPO), namun hasil panen TBS milik petani plasma masih relatif tinggi, bahkan naik dari periode sebelumnya selama 2022.

"Berbeda dengan hasil TBS yang dikelola petani sendiri atau swadaya, harga TBS anjlok dari kisaran Rp3.150 per kilogram menjadi Rp1.750 per kilogram," ujarnya.

Hal itu masih berlanjut hingga saat ini harga TBS di tingkat pengepul masih belum stabil yakni masih dibawah Rp2 ribu per kilogram.

Seorang petani asal Kelumpang Selatan H Khamim mengaku bersyukur, hasil plasma naik dari sebelumnya. Ia bersyukur, hasil plasma yang didapatkan bisa membayar biaya kuliah anaknya di fakultas farmasi dan sudah berada di semester akhir.

Sebelumnya, Wakil Ketua KUD Gajah Mada Narso menjelaskan, naik turunya hasil panen TBS plasma sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor.

"Faktor yang mempengaruhi di antaranya, hasil panen dan harga TBS, jarak lokasi kebun dengan pabrik pengolah CPO, serta biaya operasional dan yang lainnya," ujar dia, seperti dilansir dari Antara. 

Hingga saat ini KUD Gajah Mada mengelola sekitar 7.100 hektare kebun plasma milik anggota koperasi yang tersebar di tiga kecamatan dan 13 desa.

Video Terkait



Baca Juga: Pendapatan Petani Plasma Sawit Capai Rp5 Juta Per Hektare
KPA dan Walhi Kutuk Keras Brimob yang Tembak Warga di Kebun Sawit