Harga Anjlok, Mendag Minta Pabrik Beli TBS Petani Minimal Rp1.600 per Kg

Ilustrasi kelapa sawit. (Antara)

Editor: M Kautsar - Minggu, 26 Juni 2022 | 17:00 WIB

Sariagri - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meminta agar perusahaan kelapa sawit membeli tandan buah segar (TBS) petani dengan harga tidak kurang dari Rp1.600 per kilogram.

Zulkifli mengungkapkan keputusan itu diambil saat rapat bersama Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

"Terus terang kemarin rapat dengan Pak Menko, kami minta agar pelaku usaha membeli TBS paling rendah Rp1.600 per kilogram," ungkap Zulkifli usai meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (25/6).

Dia berujar bahwa pemerintah terus mendorong kelancaran distribusi program minyak goreng curah rakyat (MGCR) agar ekspor crude palm oil (CPO) perusahaan bisa berjalan cepat sehingga permintaan TBS petani akan meningkat begitupun harga TBS.

"Tapi kalau ingin cepat jalannya ya yang Rp14.000 per liter itu semua lancar, kan ekspor lancar. Kalau ekspornya lancar maka tangki (CPO) kosong, pabrik kan produksi cepat pasti cari TBS, naj TBS itu harganya nanti akan naik lagi," tutur Zulkifli.

Sebelumnya Ketua DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Gulat Manurung mengatakan dalam konferensi pers virtual pada Kamis (23/6) rata-rata harga TBS di 22 provinsi telah anjlok hingga 72 persen dibandingkan sebelum ada larangan ekspor.

Gulat menyebutkan harga TBS untuk petani sawit swadaya saat ini sekitar Rp1.150 per kilogram dan Rp2.010 per kilogram untuk petani yang bermitra.

Sementara itu, Ozi salah satu petani sawit asal Kabupaten Aceh Singkil menyebutkan saat ini harga jual TBS hanya berkisar Rp500 - Rp800 per kilogram.

"Anjlok parah, semenjak ekspor ditutup langsung turun hingga Rp1.200 per kilogram di tingkat petani, lalu ekspor dibuka mulai naik ke Rp1.500 per kilogram, tapi langsung turun drastis lagi sampai sekarang sekitar Rp500 - Rp800 per kilogram," ungkap Ozi secara tertulis kepada Sariagri, Minggu (26/6).

Menurut Ozi, pabrik CPO beralasan kepada petani bahwa saat ini ekspor terhambat lantaran pembeli sudah beralih ke CPO Malaysia selama ekspor RI ditutup.

Baca Juga: Harga Anjlok, Mendag Minta Pabrik Beli TBS Petani Minimal Rp1.600 per Kg
Pengosongan Tangki Dipercepat, Pemerintah Targetkan Ekspor 1 Juta Ton CPO



Dia pun menilai jika harga minimal TBS Rp1.600 per kilogram, maka petani belum bisa dikatakan mendapat keuntungan. Hanya balik modal.

"Kalau untuk sekarang Rp1.600 masih Break Even Point (BEP) sih karena harga pupuk dan herbisida masih tinggi. Pupuk NPK nonsubsidi saja sudah naik menjadi sekitar Rp700 ribuan yang kemasan 50 kilogram," imbuhnya.

Video Terkait