Malaysia Desak Pabrik Minyak Sawit Lanjutkan Produksi meski Harga Turun

Ilustrasi kelapa sawit. (Antara)

Editor: Putri - Selasa, 28 Juni 2022 | 19:20 WIB

Sariagri - Pihak berwenang Malaysia meminta pabrik kelapa sawit untuk melanjutkan produksi dan membeli kelapa sawit dari petani. Hal tersebut dilakukan setelah anjloknya harga minyak nabati mendorong beberapa perusahaan untuk menghentikan pemrosesan.

Mengutip Straits Times, Selasa (28/6/2022), Penetapan harga yang tidak menguntungkan membuat beberapa pabrik di Malaysia dan produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia, untuk sementara menghentikan operasinya.

Produksi minyak sawit mentah Malaysia mengalami penurunan terbesar dalam lebih dari 13 tahun pada Juni. Terdapat penurunan 22 persen dan menghapus sebagian besar kenaikan tahun ini. Harga tertinggi pada awal 2022 karena kekhawatiran pasokan.

Deputi Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Wee Jeck Seng, mengatakan pemerintah telah menerima keluhan tentang pabrik yang menolak membeli buah kelapa sawit.

"Buah (kelapa sawit) tidak dapat disimpan lebih dari dua sampai tiga hari atau akan membusuk. Ini akan mempengaruhi petani kecil," kata Wee Jeck Seng.

Baca Juga: Malaysia Desak Pabrik Minyak Sawit Lanjutkan Produksi meski Harga Turun
Kekurangan Pupuk dan Pekerja Mengekang Produksi Minyak Sawit Malaysia

"Pengusaha harus bertanggung jawab, tidak peduli apakah harga tinggi atau rendah," tambahnya.

Direktur Jenderal MPOB Ahmad Parveez Ghulam Kadir mengatakan regulator telah meminta pabrik memulai kembali produksi.

"Kami masih dalam tren turun produksi... Pada saat kritis ini kami memohon agar mereka membeli dan menegosiasikan harga," kata Ahmad Parveez kepada wartawan.

Asosiasi Penggilingan Minyak Sawit Malaysia (POMA) mengatakan bahwa dengan harga saat ini, pabrik sawit, yang sudah menghadapi kekurangan tenaga kerja dan biaya input yang tinggi, akan kehilangan setidaknya 150.000 ringgit Malaysia (Rp505,9 juta) untuk setiap 100 ton minyak sawit mentah yang dihasilkan.

Video Terkait