Kaltim Mulai Lirik Pasar Ekspor Kakao ke Amerika

Ilustrasi kakao (Pixabay)

Editor: Dera - Selasa, 28 Juni 2022 | 23:00 WIB

Sariagri - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, melirik pasar ekspor biji kakao Amerika Serikat karena saat ini mutu kakao di kawasan itu bagus, sehingga tinggal menunggu sertifikasi sebagai salah satu syarat untuk ekspor.

"Produksi kakao di Mahulu sudah bagus, mutunya juga sudah bagus dengan level A dan A Plus, sehingga sudah layak untuk diekspor, jadi sekarang tinggal menunggu sertifikasinya," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Mahulu Saripudin di Samarinda, Selasa (28/6).

Untuk pengembangan produksi kakao, katanya, petani kakao sejak beberapa tahun lalu telah mendapat pendampingan dari WWF, kemudian tahun ini WWF telah menggandeng PT Mars untuk melakukan sertifikasi kakao melalui Rikolto di Indonesia.

Jika kakao di Mahulu ini lolos sertifikasi, katanya, segera dilakukan ekspor ke Amerika melalui perwakilan perusahaan Amerika yang ada di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Ia juga mengatakan, luas tanaman kakao di Mahulu saat ini sebanyak 2.300 hektare (ha) yang tersebar pada lima kecamatan, yakni Kecamatan Long Apari, Long Pahangai, Long Bagun, Laham, dan Kecamatan Long Hubung.

Sementara itu untuk produksinya antara 250 ton hingga 300 ton biji kakao kering per tahun, yakni rata-rata dua kali panen dalam setahun.

Saat ini, lanjutnya, produksi biji kakao di Mahulu masih dijual ke Samarinda dengan harga fluktuatif, yakni di kisaran Rp22 ribu hingga Rp26 ribu per kilogram (kg).

"Harga Rp22 ribu hingga Rp26 ribu per kg ini merupakan harga yang diterima petani di tempat. Ada pengumpul di masing-masing kecamatan yang langsung membeli kakao dari petani seharga itu," ucap Saripudin.

Melalui pembinaan yang dilakukan selama ini, ia berharap perkebunan kakao di Mahulu terus meningkat, apalagi jika ke depan kakao tersebut bisa menembus pasar ekspor yang tentunya juga diperlukan tambahan suplai.

Baca Juga: Kaltim Mulai Lirik Pasar Ekspor Kakao ke Amerika
Aturan Due Diligence di Inggris Bakal Hambat Ekspor Produk Karet dan Kakao Nasional

Untuk subsektor perkebunan lainnya, hingga saat ini di Mahulu belum ada yang dikembangkan secara besar, ada yang skala besar namun bukan perkebunan rakyat, tetapi dilakukan oleh perusahaan, yakni perkebunan sawit.

"Untuk kebun kelapa sawit, telah ada 11 perusahaan yang beroperasi di Mahulu. Sebagian sudah lama panen dan sebagian lagi masih dalam tahap penanaman atau belum produksi. Sekarang pun sedang dibangun pabrik sawit di Kampung Long Gelawang, Kecamatan Laham," katanya, seperti dilansir dari Antara. 

Video Terkait