BPKP Susun Strategi Soal Audit Tata Kelola Industri Sawit RI

Petani kelapa sawit di perkebunan sawit Sukamaju milik PTPN VIII Cikidang Sukabumi Jawa Barat. (Sariagri/BPDPKS)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 1 Juli 2022 | 17:35 WIB

Sariagri - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyusun gambaran umum audit sektor sawit di Indonesia. Hal ini merupakan tindak lanjut dari permintaan Menko Marves terkait permintaan audit tata kelola industri kelapa sawit beberapa waktu lalu.

Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh menerangkan, tujuan dari disusunnya gambaran umum audit sektor sawit di Indonesia untuk mempermudah audit tata kelola terhadap proses bisnis industri kelapa sawit dari hulu sampai dengan hilir.

"Ruang lingkup audit yang dilakukan tim gabungan dengan Kejagung RI meliputi perkebunan, pabrik CPO, pabrik turunan CPO, distribusi produk CPO dan turunannya, ekspor serta penggunaan dana pungutan ekspor," ujarnya dalam entry meeting audit tata kelola industri sawit dan turunannya, Jumat (1/7)

Ia menyampaikan ruang lingkup audit tata kelola industri sawit sangat luas dan melibatknya banyak stakeholder. Untuk itu kata dia, dikedepankan pelaksanaan audit secara kolaboratif.

Adapun kolaborasi pelaksanaan audit melibatkan instansi terkait seperti, Kejaksaan Agung, Perwakilan BPKP di 29 provinsi, Kementerian Keuangan (Direktorat Jenderal Bea Cukai, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Anggaran) dan Polri.

"Audit ini diharapkan dapat memberikan informasi akurat dalam pengambilan keputusan untuk perbaikan tata kelola industri sawit secara menyeluruh,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, industri kelapa sawit di Indonesia merupakan salah satu industri strategis karena lebih dari 16,4 juta orang hidup dan bekerja dalam industri ini, serta merupakan penghasil ekspor terbesar.

Luhut menyebut, sebagai bagian dari peningkatan tata kelola industri sawit, Presiden memerintahkan untuk dilakukan audit terhadap tata kelola yang berjalan dan perbaikan yang dibutuhkan.

"Nantinya dari hasil audit kita bisa mendapatkan gambaran menyeluruh soal tata kelola dan perbaikan yang diperlukan," ucapnya.

Baca Juga: BPKP Susun Strategi Soal Audit Tata Kelola Industri Sawit RI
Manfaatkan Momen, Malaysia Bakal Potong Pajak Ekspor Sawit Penuhi Pasar

Oleh karena itu dirinya meminta kepada kementerian, lembaga dan pemerintah daerah untuk dapat bekerjasama dengan BPKP untuk mensukseskan jalannya audit ini. Terutama dalam hal penyediaan data dan informasi yang dibutuhkan dalam melaksanakan audit.

Dalam entry metting audit tata kelola industri sawit dan turunannya diikuti Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Jampidsus Febrie Adriansyah, Badan Pusat Statistik, Kementerian ATR/BPN dan Kepala Daerah.

Video Terkait