Biohidrokarbon Sawit untuk BBM Kendaraan Berpotensi Dorong Penerapan EBT Nasional

Ilustrasi - Perkebunan kelapa sawit.(Antara)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 17 November 2021 | 20:10 WIB

Sariagri - Perubahan iklim mendorong manusia mulai beralih pada penggunaan energi baru terbarukan (EBT) guna mengurangi produksi emisi gas rumah kaca. EBT dari sumber daya alam yang bisa diperbaharui dinilai akan menghasilkan energi lebih bersih untuk lingkungan.

Peneliti dari Pusat Kajian Keenergian Institut Teknologi Bandung (ITB) Retno Gumilang Dewi mengatakan berdasarkan data konsumsi energi final tahun 2020, konsumsi energi terbesar di Indonesia dipimpin sektor transportasi sebesar 42 persen.

“Peranan EBT untuk sektor transportasi dalam bauran energi nasional tahun 2020 juga relative masih sangat kecil. Jika dibandingkan dengan target pemerintah di tahun 2025 penggunaan EBT mencapai 23 persen dari total energi final dan tahun 2050 mencapai 31 persen, maka peranan sektor transportasi dalam penggunaan EBT harus cukup signifikan,” ujar Retno Gumilang dalam Pekan Riset Sawit Indonesia secara virtual, Rabu (17/11/2021).

Salah satu sumber EBT yang bisa dikembangkan untuk sektor transportasi yaitu biohidrokarbon sebagai alternatif bahan bakar kendaraan. Dalam riset yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Retno menganalisis strategi pengembangan industri biohidrokarbon untuk mendukung ketahanan energi nasional dengan menggunakan tiga pendekatan model, yaitu analisis ANP, analisis SWOT dan model system dynamics.

Retno menjelaskan, berdasarkan hasil dari model analisis ANP isu diversifikasi menunjukkan sebagian besar bahan baku kebutuhan produksi EBT di Indonesia masih menggunakan minyak kelapa sawit (CPO) dinilai berpotensi menjadi masalah.

“Sistem ketahanan energi tidak bisa bergantung pada satu sumber bahan baku, karena saya sampaikan bahwa biofuel itu bukan sumber daya yang tidak terbatas,” paparnya.

Selain itu, pengembangan biohidrokarbon dikhawatirkan akan mengurangi jumlah bahan baku bagi industri hilir CPO lainnya seperti oleopangan dan oleokimia. Retno juga menyebutkan stabilisasi harga CPO internasional sangat penting untuk menstabilkan fluktuasi harga dan menekan angka ekspor.

Retno melanjutkan, hasil model analisis SWOT menyebutkan beberapa strategi perlu dijalankan agar kontribusi industri biohidrokarbon kelapa sawit dapat mencapai kondisi ideal bagi ketahanan energi nasional.

Strategi itu antara lain, industri biohidrokarbon sawit dapat dikembangkan dengan menaikkan ketersediaan bahan baku berharga murah; produktivitas lahan dapat ditingkatkan melalui manajemen pupuk serta penggunaan bibit unggul; menerapkan konsep kedekatan lokasi antara pabrik kilang dengan lokasi perkebunan kelapa sawit; serta pemberlakuan DMO dan tarif ekspor yang disertai dengan harga jual yang kompetitif dengan harga jual internasional.

Untuk analisis system dynamics, Retno mengatakan setidaknya dihasilkan tiga skenario alokasi pemanfaatan CPO. Pertama, proyeksi ekspor CPO mengikuti tren historis data tahun 2019 atau 2020. Kedua, ekspor CPO diproyeksikan turun secara gradual sejak 2035. Ketiga, ekspor CPO diproyeksikan turun drastis mulai 2025 untuk dialihkan ke ekspor BBM dan produk IHS.

Beberapa rekomendasi yang disimpulkan, lanjut Retno, yaitu pengembangan industri green fuel juga harus lebih diarahkan untuk produksi green gasoline, bukan hanya green diesel yang selama ini terus digenjot pemerintah.

“Kebutuhan bensin meningkat tinggi sedangkan biodiesel (B30) cukup untuk memenuhi kebutuhan solar hingga 2050,” kata Retno.

Baca Juga: Biohidrokarbon Sawit untuk BBM Kendaraan Berpotensi Dorong Penerapan EBT Nasional
Inovatif, Mahasiswa Kembangkan Drone Pembasmi Jamur pada Kelapa Sawit

Dia menambahkan, kebijakan fiskal terutama bea keluar (BK) diperlakukan sewajarnya untuk APBN dan perlu diatur untuk mengendalikan ekspor bahan baku (CPO/PKO) dan produk hilir.

“Selain itu, insentif untuk pengembangan biohidrokarbon atau biofuel lainnya yang belum ekonomis dapat dialokasikan dari dana BK,” pungkasnya.

Video terkait:

 

Video Terkait